Tak lagi aku dengar tawamu
Hilang lenyap beradu jaman
Bergulung waktu pecah poranda
Ingin ku ulang tapi tak berulang
Teringat tawa mu
Iringi kisah ku
Bercumbu dengan waktu
Tak pernah usai hari demi hari
Mengejar kupu-kupu dan masa depan
Di pematang sawah nan permai
Angin lirih dari nafasmu
Menyentuh kalbu dan hasratku
Jelas bayang mu masih melekat
Saat helai demi helai
Kuhitung rambut mu dengan jari jemariku
Kau berkata "akankah waktu akan meninggalkan kita"
Bandar Lampung, 14 Agust 2007
Labels
- puisi (7)
Senin, 09 Maret 2009
Kenangan
Diposting oleh
Chentuary
di
21.30
0
komentar
Label: puisi
Keluhan Rakyat Jelata
Tertawa tanpa dosa
Berkecamuk dalam diri akan sebuah
Ketidak sewenangan
Ketidak warasan
Hanya segelintir dunia yang kau rasa
Yang tak kekal hanya belenggu
Teriakan mu hanya membuat muak diriku
Dan menari tarian akan kebencian
Hai….orang-orang tua
Kau hanya mamapu berteriak dengan kebohongan-kebohongan mu
Lepaskan kepalan
Sampaikan belaian
Tak luput jua
Seakan kau mengerti akan penderitaan
Apa arti semua ini
Seprti malam kah yang penuh dengan kebisuan dan kebohongan
Perut besar dimana-mana
tidak pejabat
Tidak pula rakyat jelata
Politik memeng tai kucing
Busuk ba' bangkai tikus
Bandar Lampung, 14 Agustus 2007
Diposting oleh
Chentuary
di
21.28
0
komentar
Label: puisi
Pejuang 45
Tak akan musnah dari ingatan
Tak akan hilang dari tatapan
Pergulatan akan antek-antek dengan kebebasan
Peluru bagai hujan tapi langit tidak mendung
Hai kawan apa yang terjadi
Banyak Tanya anak-anak sambil menggendong mayat bapak
Seakan berteriak pada laut yang tersenyum bisu
Bapak..? bangun… bangun….. bangun
Danger suara serdadu memanggil ku apa yang harus kulakukan
Emak menangis seakan akan tiba bencana besar
Berjuta kepala mengangkat
Hanya secercah bambu ditangan
Dengan janur kuning di kepala
Berteriak.......
Kami ingin mengusir anjing-anjig itu
Bandar Lampung, 15 Agustus 2007
Diposting oleh
Chentuary
di
21.25
0
komentar
Label: puisi
HATI
Gumpalan dalam jiwa
Bertaut rasa dilembah cinta
Dengan jurang-jurang rindu
Aku rindu
Akan bulu yang ada ditubuhmu
Wanita yang selalu ku rindu
Alis tipis yang saling bertautan
Merangkai wajah nan ayu
Seperti raut mega
Dipantai losari
Merahnya seperti pipi nan mini
Sungguh mahakarya yang sangat indah
Khalayak enggan pergi
Dari mekarnya bunga dalam dirimu
Banddar Lampung, 9 Februari 2008
Diposting oleh
Chentuary
di
21.20
0
komentar
Label: puisi